Selasa, 22 April 2014

DOWNLOAD YUI FULL ALBUM

DOWNLOAD YUI FULL ALBUM:

1. FROM ME TO YOU (22-02-2006)

2. CAN'T BUY MY LOVE (4-04-2007)

3. I LOVED YESTERDAY (09-04-2008)

4. MY SHORT STORIES (12-11-2008)

5...

Senin, 25 November 2013

SAJAK DIAN

mau nge share sajak yang udah di buat untuk memenuhi tugas B. Sunda

Dina hirup nu nyata
Impenan ngan sabalikna
Anjeun datang ngan ka bayang 
Ngan saukur mere harepan

Selasa, 15 Oktober 2013

Yeahh mungkin

yeahhh sebenernya males banget buka nih blog, tapi gimana kasian..
yah selama saya gak pernah buka blog, banyak sih kejadian yang berkesan yang bisa di post untuk di baca sama orang lain. tapi entah kenapa saya berfikir itu bukan hal yang patut di banggakan dan di publikasikan. mungkin faktor umur / kedewasaan, mungkin... tapi sebenarnya saya belum dewasa.
ini masih pertumbuhan, belum perkembangan, tapi nanti kedewasaan akan datang kok.

dan jika saya mem posting sesuatu, mungkin itu hanya untuk mencari perhatian/ tidak ada lagi yang bisa saya lakukan.

memang tulisan/ foto lebih abadi dari pada ingatan. tapi tidak selamanya tulisan/ foto membuat kita berkesan (naon cenah?)

Kamis, 10 Oktober 2013

SIAPAKAH MEREKA?

Matahari tidur dalam nyenyaknya
Angin malam membuat daun-daun bernyanyi
Dalam hening ku bertanya 
Mengapa aku begini? Siapa aku saat ini?

Dalam tanya aku mencari
Mencari apa yang tak ku mengerti
Mencari sosok yang tak sejati

Sesal pun datang 
Saat ku merindukan teman
teman yang dahulu bersama
yang kini tak lagi sejalan  
Sampai ku menyadari
Siapa aku? Siapa mereka?
mereka yang dulu nyata 
tapi kini menjadi maya 

membuat ku tak banyak lagi berharap
berharap mereka yang tak mungkin ada
mereka akan jadi harapan yang kosong  

Sepi pun semakin nyenyak
membuat ku terbuai olehnya 
buat ku kembali berharap
ya Tuhan tenang kan lah hatiku 
hilangkan lah gelisah ini 
gelisah yang tak ku mengerti 
Buat ku semangat kembali 
Kembali cerahkan esok hari...

Dibuat : Kamis pagi (sebelum KBM) 10 Okto' 2013
untuk memenuhi tugas B. Indonesia
oleh Dian Kusuma Asmaraningrum (XII IPA 4/7)

- STATUS PUISI -

saat lelah sudah datang
pikiran sudah tak lagi sejalan
keringat badan sudah keluar
waktu sudah tunjuk malam
nyamuk pun mulai berdatangan
kegilaan pun mulai dilakukan
di saat saya berusaha untuk berbuat
mengerjakan tugas pendidikan
untuk membuat karangan puisi
Tapi, apa yang terjadi?
saya sedang membuat status
dan tak di mengerti
mengapa saya membuat ini? ~ DKA

copas 
https://www.facebook.com/DKAsmaraningrum/posts/436814689770984?notif_t=like

Rabu, 02 Oktober 2013

Selasa, 29 Januari 2013


SABAR, SYUKUR DAN MANUSIA BERMARTABAT

Sebagai salah sifat atau akhlak yang terpuji, sabar dan syukur merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam ayat maupun hadis Rasulullah saw, sehingga dengan demikian, manusia senantiasa diarahkan untuk tetap bersikap sabar dan syukur dalam segala aspek kehidupannya. Dalam prakteknya, kesabaran yang sebenarnya adalah kemampuan dalam mengendalikan sikap, sehingga bisa dengan ikhlas dan rela hati menerima kondisi yang dihadapinya saat ini demi balasan yang baik di akhirat.

Seseorang yang penyabar pada prakteknya tergambar dalam sikapnya yang rela menunda kesenangan sesaat, demi kebahagiaan abadi dan jangka panjang di akhirat sebagai kesenangan yang jauh lebih tinggi yang disediakan Allah kepada orang-orang yang sabar. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an :

“Dan sesungguhnya balasan di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa” (QS.12/Yusuf:57).

Seseorang yang memiliki kesabaran yang tinggi, memiliki ketangguhan menghadapi berbagai cobaan dan tantangan hidup yang menghadangnya. Sebab kesabaran itu merupakan kekuatan dahsyat yang amat besar bagi seseorang yang ingin meraih sukses dalam kehidupan. Hampir seluruh aspek kehidupan membutuhkan kesabaran, dan sikap sabar merupakan salah satu “akhlak Qur’ani” yang paling banyak dibicarakan dalam al-Qur’an. Menurut Imam Al-Ghazali ada 70 kali Al-Qur’an menyebutkannya, menurut Ibnul Qayyim 90 kali, bahkan menurut al-Nadhir 100 kali sikap sabar ini disebut-sebut dalam Al-qur’an. Itu mengindikasikan bahwa sabar merupakan amalan paling utama yang menentukan keberhasilan hidup dan aktivitas manusia.

Islam tidak mengenal batas dalam kesabaran, sebagaimana sering dijadikan alasan oleh sebagian orang untuk melegalkan perbuatannya diluar batas kesabaran. Dalam Islam ditekankan bahwa setiap mukmin harus tetap dalam kesabaran agar dapat meningkatkan kualitas mentalnya.

Adapun bentuk kesabaran yang diajarkan dalam Islam adalah kesabaran progresif dan dinamis, bukan kesabaran yang represif statis yang dapat memandulkan kreatifitas dan aktifitas seseorang itu. Kesabaran yang dinamis itu ditunjukkan dengan sikap pantang menyerah, tangguh dan ulet dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan hidup. Kesabaran yang dinamis itu harus dimotifasi oleh semangat kerelaan untuk menunda kesenangan sesaat, demi kebahagiaan yang abadi di akhirat. Inilah kesabaran yang nantinya akan membuat seseorang menjadi lebih dekat dengan Tuhannya, sebagaimana al-Qur’an menyebutkan:

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar”.

Disamping sifat sabar, sikap syukur juga perlu diaplikasikan seseorang dalam hidupnya. Hal ini agar ia menyadari posisinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang harus tunduk dan tidak pantas bersikap sombong dan takabbur dihadapanNya. Kesadaran bersyukur dapat melahirkan sikap rendah hati, tawadhu, terbuka dan memiliki sikap peduli kepada sesama. Sehingga membuka peluang bagi diperolehnya rahmat Allah swt, dan membuka peluang bagi diperolehnya kebahagiaan dan nikmat dari Allah, sebagaimana firman Allah swt:

“Jika kamu bersyukur, akan Kutambahkan nikmatKU kepadamu. Akan tetapi jika kamu kufur sesungguhnya azabKU amat pedih” (QS.14/Ibrahim:7)

Dari penjelasan berbagai ayat dan al-Hadist, maka sebenarnya sikap sabar dan syukur jika diamalkan secara dinamis sesuai dengan tuntunan Islam, maka hal tersebut akan mengantar seseorang menjadi hamba Allah yang berpredikat mulia dan bermartabat, serta mendapat lindungan Allah swt. Terkait dengan hal ini, salah satu do’a yang diajarkan Rasulullah saw. adalah sebagai berikut :

“Ya Allah, jadikanlah aku orang yang sabar, dan jadikanlah aku orang yang bersyukur, serta jadikanlah aku di depan pandanganku kecil, dan di depan pandangan manusia bermartabat “.

Melihat dari urutan do’a seperti yang pohonkan oleh Nabi saw. tersebut diatas, mengindikasikan betapa erat kaitannya antara permohonan supaya menjadi hamba yang bersabar, hamba yang bersyukur dan hamba yang bermartabat mulia.

Sebagai penutup khutbah kita kali ini dapatlah kita simpulkan bahwa sabar dan syukur sangat dituntut dalam segala aspek kehidupannya. Sikap sabar ditunjukkan dengan kerelaan hati menerima kondisi yang dihadapinya saat ini demi kepentingan akhirat. Sebab pahala atas kesabaran itu berupa pahala yang bersar yang akan diperoleh di akhirat.

Seorang yang memiliki kesabaran yang tinggi, memiliki ketangguhan menghadapi berbagai cobaan, dan sikap sabar merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan hidup dan aktivitas manusia. Tidak ada batasan dalam kesabaran, karena kesabaran itu dapat menjadikan seseorang lebih dekat dengan Tuhannya.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan kemuliaan dan derajat yang tinggi, hendaklah berusaha semaksimal mungkin agar dapat menjalankan kesabaran dan kesyukuran dengan baik, sebab kedua hal tersebut sangat berpengaruh untuk mengangkat harkat dan martabat seseorang menjadi lebih baik.

Senin, 07 Januari 2013

Eropa Abad Pertengahan



Abad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi-monarkhi nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada tahun 1517Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan mempengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang di masa zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan.
Eropa dilanda Zaman Kelam (Dark Ages) sebelum tiba Zaman Pembaharuan. Maksud “Zaman Kelam” ialah zaman masyarakat Eropa menghadapi kemunduran intelek dan kelembapan ilmu pengetahuan. Menurut Ensiklopedia Amerikana, tempoh zaman ini selama 600 tahun, dan bermula antara zaman kejatuhan Kerajaan Rom dan berakhir dengan kebangkitan intelektual pada abad ke-15 Masehi. “Gelap” juga bermaksud tiada prospek yang jelas bagi masyarakat Eropa. Keadaan ini merupakan wujud tindakan dan cengkraman kuat pihak berkuasa agama; Gereja Kristen yang sangat berpengaruh. Gereja serta para pendeta mengawasi pemikiran masyarakat serta juga politik. Mereka berpendapat hanya gereja saja yang layak untuk menentukan kehidupan, pemikiran, politik dan ilmu pengetahuan. Akibatnya kaum cendekiawan yang terdiri daripada ahli-ahli sains asa mereka ditekan dan dikawal ketat. Pemikiran mereka ditolak. siapa yang mengeluarkan teori yang bertentangan dengan pandangan gereja akan ditangkap dan didera malah ada yang dibunuh.
Pikiran ini, terimplementasi melalui teori yang dikeluarkan oleh Thomas Aquinas (m 1274) seorang ahli falfasah yakni “negara wajib tunduk kepada kehendak gereja”. St Augustine (m 430) sebelumnya juga berpendirian demikian. Manakala Dante Alighieri (1265-1321) berpendapat kedua-dua kuasa itu hendaklah masing-masing berdiri sendiri, dan mestilah bekerjasama untuk mewujudkan kebajikan bagi manusia (Joseph H Lynch, 1992, 172-174).
Dalam paradigma abad pertengahan, dua wilayah agama dan dunia terpisah total satu dengan yang lain sehingga tidak ada peluang bagi ekspansi satu terhadap yang lain atau pembauran antar keduanya. Seorang manusia kalau tidak ‘melangit’ haruslah ‘membumi’, atau kalau tidak meyakini kekuasaan alam gaib terhadap segala urusan hidupnya, maka dia harus memutuskan hubungan secara total dengan Tuhan dan roh-roh kudus, dan jika dia menghargai jasmani dan urusan materinya maka dia bukan lagi seorang rohaniwan dan berarti telah memutuskan hubungan dengan Tuhan. Kata Augustine “siapapun yang mahir dalam kesenian, perang, dan filsafat adalah orang yang bejat dan sesat, karena dia berasal dari kota setan dimana kebahagiaannya tak lebih dari sekadar topeng yang menipu, dan keindahannya hanya merupakan wajah alam kubur”. Kota inilah yang tidak diterima oleh Tuhan dan fitrah manusia. Karena orang yang sombong dan angkuh adalah merupakan kepekatan hari dan orang yang memiliki pengetahuan tentang segala yang harus diketahui oleh orang-orang terpuji. Dan ketika melihat kota setan ini tenggelam ke dalam kesesatan dan kesombongannya, maka semua sudut kegelapannya akan terlihat.
Konsep diatas, dipertegas oleh Fritjof Capra (2004) yakni : “Para ilmuwan pada Abat Pertengahan, yang mencari-cari tujuan dasar yang mendasari berbagai fenomena, menganggap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan Tuhan, roh manusia, dan etika, sebagai pertanyaan-pertanyaan yang memiliki signifikansi tinggi, jadi ilmu didasarkan atas penalaran keimanan”.
Dengan demikian, kerangka berpikir yang dominan pada abad pertengahan dan tekanan kuat para elit gereja yang menganggap dirinya pengawas tatanan yang menguasai dunia dan telah menginterogasi ideologi para ilmuan dan menyeret mereka ke pengadilan serta menganggap kegiatan ilmiah sebagai campurtangan setan, kemudian faktor-faktor lain yang berada di luar pembahasan ini telah menjadi latar belakang munculnya Renaisans yang telah melahirkan teriakan protes terhadap kondisi yang dominan pada abad pertengahan.
Abad Pertengahan berakhir pada abad ke-15 dan kemudian disusul dengan zaman Renaissance. Zaman Renaissance berlangsung pada akhir abad ke-15 dan 16. Kesenian, sastra musik berkembang dengan pesat. Ada suatu kegairahan baru, suatu pencerahan. Ilmu pengetahuan mulai dikembangkan oleh Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1643), dll.

Senin, 22 Oktober 2012

PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD)


Pendahuluan 
Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) adalah serangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian.
PENOLONG PERTAMA adalah masyarakat awam yang sudah dibekali pengetahuan teori dan praktek bagaimana merespon dan melakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian 
·                     Kita tidak dapat selalu mengandalkan layanan ambulan atau para medik segera tiba dilokasi kejadian
·                     Alat dan waktu yang kita miliki terbatas

Tujuan PERTOLONGAN PERTAMA adalah:
1. Menyelamatkan nyawa korban
2. Meringankan penderitaan korban
3. Mencegah cedera/penyakitmenjadi lebih parah
4. Mempertahankan daya tahan korban
5. Mencarikan pertolongan yang lebih lanjut

RANTAI PENYELAMATAN RANTAI PENYELAMATAN adalah konsep yang menjelaskan tahapan secara prioritas untuk memastikan korban memiliki kesempatan terbaik untuk bertahan hidup
Realita menunjukkan bahwa bila kita dapat segera mengidentifikasi masalah, akses dini ke Unit Gawat Darurat dan memberikan bantuan dengan benar dan baik kepada korban maka besar pula kesempatan korban terselamatkan

AKSES DINI (Rantai Pertama), Keadaan Darurat diketahui dan melaksanakan prosedur keadaan darurat. Saksi mata yang mengetahui kejadian menghubungi pihak yang berwenang (bila di tempat kerja sesuai dengan prosedur keadaan darurat yang sudah ditetapkan)
Pelaporan berisi :
- Nama Pelapor
- Lokasi Kejadian
- Kondisi korban (sadar/tidak sadar)
- Cidera yang dialami
- Jumlah korban, dst

BANTUAN HIDUP DASAR DINI (Rantai Kedua), adalah cara mempertahankan jalan napas, memberikan bantuan napas dan mempertahankan sirkulasi yang merupakan dasar kehidupan tanpa menggunakan peralatan medis. Henti jantung mendadak adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia (700.000 orang/tahun). Kasus henti jantung mendadak di luar rumah sakit menunjukkan Ventricular Fibrillation (Jantung kehilangan kemampuan untuk berkoordinasi dan berhenti memompakan darah secara efektif)

DEFIBRILASI DINI (Rantai Ketiga), adalah upaya agar mengembalikan agar irama/fungsi jantung kembali normal dengan Defibrillator. Penolong Pertama dan Petugas Medis harus sudah terlatih dalam penggunaan Defibrillator. Defibrillator yang digunakan sebaiknya defibrillator ekternal otomatis (operator/petugas hanya menempelkan elektroda ke dada korban dan diaktifkan dengan satu tombol)

BANTUAN HIDUP LANJUT DINI (Rantai Keempat), Adalah tindakan khusus lanjutan yang diperlukan untuk meningkatkan kemungkinan korban bertahan hidup. Tim bantuan hidup lanjut adalah tim dokter dan para medik yang kompeten

Prinsip Utama 
Prinsip utama PPGD adalah menyelamatkan pasien dari kematian pada kondisi gawat darurat. Kemudian filosofi dalam PPGD adalah ”Time Saving is Life Saving”, dalam artian bahwa seluruh tindakan yang dilakukan pada saat kondisi gawat darurat haruslah benar-benar efektif dan efisien, karena pada kondisi tersebut pasien dapat kehilangan nyawa dalam hitungan menit saja (henti nafas 2-3 menit dapat mengakibatkan kematian)

Langkah-langkah Dasar 
Langkah-langkah dasar dalam PPGD dikenal dengan singkatan A-B-C-D (Airway – Breathing – Circulation – Disability). Keempat poin-poin tersebut adalah poin-poin yang harus sangat diperhatikan dalam penanggulangan pasien dalam kondisi gawat Darurat.

Alogaritma Dasar PPGD
1. ada pasien tidak sadar
2. pasikan kondisi tempat pertolongan aman bagi pasien dan penolong
3. beritahukan kepada lingkungan kalau anda akan berusaha menolong
4. cek kesadaran pasien
lakukan dengan metode AVPU 
·                     A : Alert => Korban sadar, jika tidak sadar lanjut ke poin V
·                     V : Verbal => cobalah memanggil-manggil korban dengan dengan berbicara keras di telinga korban (pada tahap ini jangan sertakan dengan menggoyang atau menyentuh pasien), jika tidak merespon lanjut ke poin P
·                     P : Pain => cobalah beri rangsang nyeri pada pasien, yang paling mudah adalah menekan bagian putih dari kuku tangan (di pangkal kuku, selain itu dapat juga dengan menekan bagian tengah tulang dada (sternum) dan juga areal di atas mata (supra orbital)
·                     U : Unresponsive => setelah diberi rangsang nyeri tapi pasien masih tidak bereaksi maka pasien berada dalam keadaan unresponsive
5. Call for Help, mintalah bantuan kepada masyarakat di sekitar untuk menelepon ambulans dengan memberitahukan : 
·                     jumlah korban
·                     Kesadaran korban (sadar atau tidak sadar)
·                     Perkiraan usia dan jenis kelamin
·                     Tempat terjadi kegawatan
·                     Bebaskan korban dari pakaian di daerah dada (buka kancing baju bagian atas korban)
posisikan diri di sebelah korban, usahakan posisi kaki yang mendekati kepala sejajar dengan bahu pasien
8. cek apakah ada tanda-tanda berikut : 
a. luka-luka dari bagian bawah dagu ke atas (supra calvicula)
b. pasien mengalami tumbukan di berbagai tempat
c. mempunyai cedera di tulang belakang bagian leher 
9. tanda-tanda cedera pada bagian leher sangat berbahaya karena pada bagian ini terdapat syaraf-syaraf yang mengatur fungsi vital manusia (pernapasan, denyut jantung) 
a. jika tidak ada tanda-tanda tersebut maka lakukanlah Head Tilt and Chin Lift Chin Lift
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjerrLYMihvE1Ry7sC2T8w6_trrhxCvVuBxa7zwUL7-CdWn2L14BtjozoFR9KAHRDzn5HVCUyr56te4WmaGhk1T2B1gTqK_GrLCCk0EBoX47dz_GfrSVvxjYt2lHARaNX_WdTjigl48oS8U/s320/cpr-head-tilt.jpgdilakukan dengan cara menggunakan dua jari lalu mengangkat tulang dagu (bagian dagu yang keras) ke atas. Ini disertai dengan melakukan Head Tilt yaitu menahan kepala dan mempertahankan posisinya. Hal ini dilakukan untuk membenaskan jalan napas korban.
b. jika ada tanda-tanda tersebut, maka beralihlah ke bagian atas pasien, jepit kepala pasien dengan paha, usahakan agar kepalanya tidak bergerak-gerak lagi (imobilisasi) dan lakukanlah Jaw Thrust
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj26m88XtJrEFaKrSzYbFYgMfksEoNSa6_2k8Nl_6DY0WOurxoeaXI1crr0UtzTm2c9hEbSOgf2WfvzP4MUVdZL5OGet78H-FXZRaHgCOeqTlglr4lyjmtogngR6GiX4nJjjan-G87Q3U9/s320/Image12.gifgerakan ini dilakukan untuk menghindari adanya cedera lebih lanjut pada tulang belakang bagian leher korban 

10. sambil melakukan a atau b diatas, lakukanlah pemeriksaan kondisi Airway (jalan napas) dan Breathing (Pernapasan) korban.
11. metode pengecekan menggunakan metode Look, Listen, and Feel
Look : Lihat apakah ada gerakan dada (gerakan bernapas), apakah gerakan tersebut simetris ?
Listen : Dengarkan apakah ada suara nafas normal, dan apakah ada suara nafas tambahan yang abnormal (bisa timbul karena ada hambatan sebagian)
Jenis-jenis suara nafas karena hambatan sebagian jalan napas : 
·                     Snoring : suara seperti dengkur, kondisiini menandakan adanya kebuntuan jalan nafas bagian atas oleh benda padat, jika ada suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross finger untuk membuka mulut (menggunakan dua jari yaitu ibu jari dan jari telunjuk kanan yang digunakan untuk chin lift tadi, ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihatlah apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan (contoh, gigi palsu) pindahkan benda tersebut
·                     Gargling : suara seperti berkumur, kondisi ini terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan oleh cairan (contoh darah), maka lakukan cross-finger, lalu lakukanlah finger-sweep (gunakan 2 jari yang telah dibalut dengan kain untuk ”menyapu” rongga mulut dari cairan-cairan)
·                     Crowing : suara dengan nada tinggi, biasanya disebabkan karena pembengkakan (edema) pada trakea, untuk pertolongan pertama tetap lakukan maneuver head tilt and chin lift atau jaw thrust saja
Jika suara nafas tidak terdengar karena ada hambatan total pada jalannya nafas maka dapat dilakukan : 
·                     Black Bow sebanyak 5 kali, yaitu dengan memukul menggunakan telapak tangan daerah antara tulang scapula di punggung
·                     Heimlich Maneuver, dengan cara memposisikan diri seperti gambar, lalu menarik tangan ke arah belakang atas.
·                     Chest Thrust, dilakukan pada ibu hamil, bayi atau obesitas dengan cara memposisikan diri seperti gambar lalu mendorong tangan kearah dalam atas.
Feel : Rasakan dengan pipi apakah ada hawa nafas dari korban.

12. jika ternyata pasien masih bernapas, maka hitunglah berapa frekuensi pernapasan korban dalam 1 menit (normalnya 12-20 kali permenit)
13. jika frekuensi nafas normal, pantau terus kondisi korban dengan tetap melakukan Look Listen and Feel.
14. jika frekuensi nafas 
<>
15. jika korban mengalami henti nafas berikan nafas buatan (detail tentang nafas buatan dibawah)
16. setelah diberikan nafas buatan maka lakukan pengecekan nadi carotis yang terletak di leher, ceklah dengan 2 jari, letakkan jari di tonjolan di tengah tenggorokan, lalu gerakanlah jari ke samping sampai terhambat oleh otot leher (sternocleidomastoideus), rasakan denyut nadi carotis selama 10 detik.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC1Y5icauntffkZW4RuO1dLA5K3N2jD-0cctiFi4tKXlRIoI0Zk1BtqFVLzBnqkRf2KVZh6G9gQNofz-vLJa4g1YtgwsUCcq2doNEgU98-MxWl0DbcTicvwU_qSYajdObQ5jOosf-_CYzW/s320/Image15.gif
17. jika tidak ada denyut nadi lakukanlah Pijat Jantung, diikuti dengan nafas buatan, ulang sampai 6 kali siklus pijat jantung-napas buatan yang diakhiri dengan pijat jantung
18. cek lagi nadi karotis selama 10 detik, jika teraba lakukan Look Listen and Feel (kembali ke poin 11) lagi. Jika tidak teraba ulangi poin nomor 17.
19. pijat jantung dan nafas buatan dihentikan jika : 
·                     penolong kelelahan dan sudah tidak kuat lagi
·                     pasien sudah menunjukkan tanda-tanda kematian (kaku mayat)
·                     bantuan sudah datang
·                     teraba denyut nadi karotis
20. setelah berhasil mengamankan kondisi di atas, periksalah tanda-tanda shock pada korban 
·                     denyut nadi > 100 kali permenit
·                     telapak tangan basah dingin dan pucat
·                     Capilarry Refill Time > 2 detik (CRT dapat diperiksa dengan cara menekan ujung kuku pasien dengan kuku pemeriksa selama 5 detik, lalu lepaskan, cek berapa lama waktu yang dibutuhkan agar warna ujung kuku merah lagi)
21. jika korban shock, lakukan Shock Position pada pasienm yaitu dengan mengangkat kaki korban setinggi 45 derajat dengan harapan sirkulasi darah akan lebih banyak ke jantung.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVCb6FOgFGsCl4s-RpJvhuwqe8FwaIxu_vX2A4Bjmmx8ZAq2e4iVRBenKAFzWp122043a2KysPe3DnEEkRTdiXdEiVy1Lovd0DVrDxW2bmp8RD-LDUgHtAYbn61hHJjxV8SxdvhbCEaq3L/s320/fig11-1.gif
22. pertahankan posisi shock sampai bantuan datang atau tanda-tanda shock menghilang
23. jika ada pendarahan pada korban, cobalah menghentikan pendarahan dengan menekan atau membebat luka (membebat jangan terlalu erat karena dapat menyebabkan jaringan yang dibebat mati)
24. setelah kondisi pasien stabil, tetap monitor selalu kondisi korban dengan Look Listen and Feel, karena korban sewaktu-waktu dapat memburuk secara tiba-tiba


Nafas Bantuan 
Nafas Bantuan adalah nafas yang diberikan kepada pasien untuk menormalkan frekuensi nafas pasien yang di bawah normal. Misal frekuensi napas : 6 kali per menit, maka harus diberi nafas bantuan di sela setiap nafas spontan dia sehingga total nafas permenitnya menjadi normal (12 kali).
Prosedurnya :
1. Posisikan diri di samping korban
2. Jangan lakukan pernapasan mouth to mouth langsung, tapi gunakanlah kain sebagai pembatas antara mulut anda dan korban untuk mencegah penularan penyakit.
3. sambil tetap melakukan Chin lift, gunakan tangan yang digunakan untuk Head Tilt untuk menutup hidung pasien (agar udara yang diberikan tidak keluar lewat hidung)
4. mata memperhatikan dada korban, kemudian tutuplah seluruh mulut korban dengan mulut penolong
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKMT8kZ8HSPPrhK9HEOrGbk51KunmVFF_eYCUBXz9_RvyrRN3U1xLvBAruuKdOk0MjWrSOVvc1RAzb0AJDctXMrdQ4VeoeVdG9yndFlnubVTCzmS4BJVHMsjZfjB3XSJ0tJTN4HQ-3WrCL/s320/Image13.gif
hembuskanlah nafas satu kali (tanda jika nafas yang diberikan masuk adalah dada korban mengembang) lepaskan penutup hidung dan jauhkan mulut sesaat untuk membiarkan korban menghembuskan nafas keluar (ekspirasi) lakukan lagi pemberian nafas sesuai dengan perhitungan agar nafas kembali normal


Nafas Buatan
Cara melakukan nafas buatan sama dengan nafas bantuan, bedanya nafas buatan diberikan pada korban yang mengalami henti nafas. Diberikan 2 kali efektif (dada mengembang)


Pijat Jantung 
Pijat Jantung adalah usaha untuk ”memaksa” jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, pijat jantung dilakukan pada korban dengan nadi karotis yang tidak teraba. Pijat jantung biasanya dipasangkan dengan nafas buatan (seperti yang dijelaskan pada alogaritma diatas).
Prosedur Pijat Jantung : 
1.                   posisikan diri di samping pasien
2.                  posisikan tangan seperti gambar di center of chest (tepat di tengah-tengah dada)https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoixj9e4bY4HBClgc97SQiB3E-usob_qPnWpk0ys-HjkFRoMJ65I-30iuIgt_OcB1luaYBeuY2Z2kjxdMSDAzClZfY9kNqUGnqc2_xmaShATcD6hECSA-tKmep5ca0EWhh2pX3yC_ag6m6/s320/Image19a.gif
3.                  posisikan tangan tegak lurus korban seperti gambarhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF-p8trsAoS9ClUjTlGv9NVgCRXVC6RK9b2w1xkhrM2agRjZ6BackEc_m6BLnCqzkPRPvfa-siV7at-P5jyBFWl6M7Cr3TyM85pC-FphV-44fabPKNlG3c8wPjZ6H8-Bt9zC6f-cc62-HA/s320/Image19b.gif
4.                  tekanlah dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi panggul (hip joint)
5.                  tekanlah dada kira-kira 4-5 cm (seperti gambar kiri bawah)https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYEl5N3Rg-KgDCyTwiaJ1U3IHuzKY5MAepvPp7y-TdaApLMEdMLdZR6HkYCMdBpBtE3FcYPRs6thF2YL1mc72K3gP890USNogPekZ01SABWbFxFh-lAB5GRv6ecxseikY_V5OXPer8qeu-/s320/Image18.gif
6.                  setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (seperti gambar kanan atas)
7.                  satu set pijat jantung dilakukan sejumlah 30 kali tekanan, untuk memudahkan menghitung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : satu dua tiga empat SATU satu dua tiga empat DUA satu dua tiga empat TIGA satu dua tiga empat EMPAT satu dua tiga empat LIMA satu dua tiga empat ENAM
8.                 Prinsip pijat jantung adalah : 
·                     push deep
·                     push hard
·                     push fast
·                     maximum recoil (berikan waktu jantung relaksasi)
·                     minimum interruption (pada saat melakukan prosedur ini penolong tidak boleh diinterupsi)

Memindahkan Korban 
Sebisa mungkin, jangan memindahkan korban yang terluka kecuali ada bahaya api, lalu-lintas, asap beracun atau hal lain yang membahayakan korban maupun penolong. Sebaiknya berikan pertolongan pertama di tempat korban berada sambil menunggu bantuan datang. Jika terpaksa memindahkan korban, perhatikan hal-hal berikut
1.                   Apabila korban dicurigai menderita cedera tulang belakang, jangan dipindahkan kecuali memang benar-benar diperlukan.
2.                  Tangani korban dengan hati-hati untuk menghindari cedera lebih parah. Pegang korban erat-erat tapi lembut. Perhatikan bagian kepala, leher dan tulang belakang terutama jika korban pingsan.
3.                  Angkat korban secara perlahan-lahan tanpa merenggutnya.

CATATAN PENTING: Menyeret korban dapat dilakukan jika korban pingsan atau luka parah dan tidak cukup orang yang menolong untuk memindahkan korban. Lihat bagian selanjutnya.


Tentang tandu, Jika tidak ada tandu yang tersedia, gunakan papan meja, pintu atau 2 batang kayu yang kuat dengan selimut atau kain sarung. Gunakan tandu dengan bagian tengah yang keras untuk membawa korban yang dicurigai menderita cedera di kepala atau tulang belakang.
Jika tidak ada tandu : 
1.                   Jika kaki korban tidak terluka, membungkuk dan berjongkoklah di kaki korban; pegang pergelangan kakinya dengan erat; seret korban perlahan-lahan menjauhi dari bahaya.
2.                  Jika kaki korban terluka, pegang siku atau pergelangan tangan korban dengan erat. Membungkuk dan seret korban perlahan-lahan. Jangan menyeret korban dengan memegang pakaiannya

CATATAN PENTING: Ketika Anda menyeret korban, usahakan tubuhkorban tetap rata dengan tanah.

Memindahkan korban dengan merangkul : 
Dapat dilakukan untuk orang dewasa yang terluka yang masih bisa berjalan dengan sedikit bantuan. 
1.                   Berdirilah di samping korban; di sisi tubuh yang terluka. Namun, jika tangan atau bahu yang terluka, berdirilah disisi tubuhyang lain 
2.                  Rangkulkan tangan Anda ke belakang korban dan pegang pinggulnya . Rangkulkan tangan korban ke pundak Anda dan sanggalah korban dengan bahu Anda. Pegang tangannya.
3.                  Pindahkan korban perlahanlahan. Melangkah dengan kaki bagian dalam terlebih dahulu.


Cara Merawat Luka 
1.                   Menggunakan perban sebelum dibalut Perban bisa digunakan sebagai penutup pelindung luka sebelum dibalut untuk mengendalikan, menyerap, menghentikan pendarahan, mengurangi rasa perih, mencegah infeksi dan luka lebih lanjut. Usahakan untuk menggunakan perban yang steril dan tidak lengket. Jika tidak ada, gunakan kain yang menyerap, bersih dan tidak lengket, seperti kain katun (sarung, seprai dll) atau pembalut wanita. Jangan menggunakan kain yang terbuat dari serat langsung pada luka, sebab seratnya akan menempel.
2.                  Mengisi bantalan. Bantalan bisa dibuat dari beberapa lapis kain atau perban; diletakkan diatas perban agar menekan, menambah daya serap cairan serta melindungi luka. Bantalan dapat mencegah pembalut menyentuh luka jika ada benda atau tulang retak yang menonjol diluka.
3.                  Pembalut pembungkus luka Luka perlu dibalut untuk mengendalikan pendarahan. Mengencangkan perban dan bantalan, dapat mengurangi atau mencegah pembengkakan. Menyangga kaki atau sendi dapat meredakan nyeri dan mencegah pergeseran pada kaki atau sendi. Dalam keadaan darurat, bisa menggunakan kain, sarung bantal atau kain bersih untuk membalut. Jangan membalut terlalu ketat. Pembengkakan, pucat atau biru pada jari tangan dan kaki, juga rasa kaku, terjepit, nyeri dan nadi tidak lancar di bagian bawah perban menandakan bahwa pembalut harus dilonggarkan.
4.                  Penggunaan belat atau bidai. Belat atau bidai digunakan untuk melindungi luka agar tidak bertambah parah. Belat atau bidai juga digunakan sebagai penopang atau pencegah bagian badan yang retak dari gerakan sembari menunggu bantuan medis datang.
5.                  Cara membuat penyangga. Penyangga digunakan jika tempurung lutut, lengan atas, lengan bawah, pergelangan atau jari mengalami retak. Dalam keadaan darurat, Anda dapat menggunakan payung yang dilipat, koran yang digulung atau bahan seperti tongkat yang keras. Bahkan kaki yang tidak luka pun dapat digunakan sebagai penyangga .Ikat erat kaki yang terluka dengan kaki yang tidak luka. Usahakan bagian yang terluka tidak bergeser saat memasang penyangga. Penyangga harus cukup panjang sampai kedua ujungnya menjangkau bagian yang retak. Periksa pengikat penyangga setiap 15 menit untuk memastikan bahwa sirkulasi darah tidak terganggu.

Pendarahan 
Pendarahan berat maupun ringan jika tidak segera dirawat bisa berakibat fatal. Bila pendarahan terjadi, penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Ada dua jenis pendarahan; pendarahan luar (pendarahan dari luka) dan pendarahan dalam (pendarahan di dalam tubuh). Pendarahan dalam lebih berbahaya dan lebih sulit untuk diketahui daripada pendarahan luar. Oleh karena itu tanda-tanda berikut harus diperhatikan.

Cara penanganan pendarahan dalam 
1.                   Baringkan korban dengan nyaman dan longgarkan pakaiannya yang ketat.
2.                  Angkat dan tekuk kakinya, kecuali ada bagian yang retak.
3.                  Segera cari bantuan medis.
4.                  Jangan memberi makanan atau minuman.
5.                  Periksa korban setiap saat kalau dia mengalami syok (shock).

Cara penanganan pendarahan luar (pendarahan dari luka) 
1.                   Baringkan korban dalam posisi pemulihan, kecuali bila ada luka di dada.
2.                  Periksa apakah luka berisi benda asing atau tulang yang menonjol. Jika ada, jangan sentuh luka; gunakanlah bantalan pengikat. Untuk keterangan lebih lanjut lihat bagian sebelumnya, “Merawat luka”.
3.                  Jika luka tidak disertai tulang yang menonjol, segera tekan bagian tubuh yang terluka. Jika tidak ada pembalut yang steril, gunakan gumpalan kain atau baju bersih atau tangan untuk mengontrol pendarahan sampai menemukan pembalut dan bantalan yang steril. Jika korban dapat menekan sendiri, suruh korban menekan lukanya, untuk mengurangi risiko infeksi silang.
4.                  Balut luka dengan erat.
5.                  Angkat bagian tubuh yang terluka, lebih tinggi dari posisi jantung korban.
6.                  Jika darah membasahi pembalut, lepaskanpembalut dan gantilah bantalan. Walaupun pendarahan telah berhenti, jangan terburuburu melepaskan pembalut, bantalan atau perban untuk menghindari terjadinya hal yang tak terduga.
7.                  Jangan memberi makanan atau minuman kepada korban yang mengalami pendarahan.
8.                 Periksa korban setiap saat kalau-kalau dia mengalami syok (shock).
9.                  SEGERA cari bantuan medis.

Cara menghentikan pendarahan : 
1.                   Angkat bagian tubuh yang terluka.
2.                  Tekan bagian yang terluka dengan kain bersih. Jika tidak ada, gunakan tangan Anda.
3.                  Tetap tekan bagian tubuh yang terluka sampai pendarahan terhenti.
4.                  Jika pendarahan tidak bisa diatasi dengan menekan bagian tubuh yang terluka, dan korban telah kehilangan banyak darah, maka dianjurkan untuk:
·                     Tetap menekan dengan kuat bagian tubuh yang terluka
·                     Mengangkat bagian tubuh yang terluka setinggi-tingginya
·                     Mengikat bagian lengan atau kaki yang dekat dengan luka, sedekat-dekatnya .ikat di antara bagian yang terluka dengan badan korban. Kencangkan ikatan sampai pendarahan terhenti


Perlindungan Diri Penolong 
Dalam melakukan pertolongan pada kondisi gawat darurat, penolong tetap harus senantiasa memastikan keselamatan dirinya sendiri, baik dari bahaya yang disebabkan karena lingkungan, maupun karena bahaya yang disebabkan karena pemberian pertolongan.
Poin-poin penting dalam perlindungan diri penolong : 
1.                   Pastikan kondisi tempat memberi pertolongan tidak akan membahayakan penolong dan korban
2.                  minimalisasi kontak langsung dengan pasien, dalam memberikan nafas bantuan sedapat mungkin digunakan sapu tangan atau kain lainnya untuk melindungi penolong dari penyakit yang mungkin dapat ditularkan oleh korban
3.                  selalu perhatikan kesehatan diri penolong, sebab pemberian pertolongan pertama adalah tindakan yang memakan energi. Jika dilakukan dengan kondisi tidak fit, justru akan membahayakan penolong sendiri.